
Ada apa sih dan kenapa sih kemarin tanggal 17 Februari ada aksi Indonesia Gelap? Tentunya itu satu indikasi bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Kita baru-baru saja dihadapkan dengan problem sulitnya Masyarakat memperoleh gas melon LPG 3kg yang diperuntukan Masyarakat miskin. mungkin masalah itu sudah selesai, ketika kebijakan itu kemudian dibatalkan. Akan tetapi kemudian terbit masalah baru, efisiensi anggaran oleh pemerintah yang memengaruhi banyak sektor termasuk masyarakat itu sendiri. Karenanya terjadilah aksi Indonesia Gelap tersebut.
Ada yang salah dengan cara negara ini berjalan. Hutan makin habis, tanah makin sempit, perempuan makin terpinggirkan, dan suara rakyat makin tak didengar. Aksi Indonesia Gelap bukan sekadar protes biasa—ini adalah seruan untuk membangun dunia yang lebih adil, lebih hijau, dan lebih manusiawi.
Kita nggak bisa diam saja melihat kebijakan yang bikin rakyat sengsara dan lingkungan sekarat. Kita butuh pemimpin yang nggak cuma pintar secara akademis, tapi juga punya hati, yang peduli pada bumi, perempuan, dan masa depan kita semua.
Nah, ini 13 tuntutan yang perlu kita perjuangkan bareng-bareng:
- Pendidikan Gratis dan Demokratis? Wajib!
Sekolah itu hak, bukan barang mewah. Jangan sampai pendidikan cuma bisa dinikmati segelintir orang. Kita butuh sekolah yang nggak cuma gratis, tapi juga mendidik generasi yang paham sains, demokrasi, feminisme, dan ekologi. Jangan biarkan pemangkasan anggaran pendidikan bikin kita makin jauh dari ilmu yang membebaskan!
- Hentikan Perampasan Tanah, Wujudkan Reforma Agraria Sejati!
Proyek Strategis Nasional (PSN) sering kali jadi dalih buat merampas tanah rakyat. Siapa yang paling kena dampaknya? Perempuan, petani, dan masyarakat adat. Kalau mau adil, kasih tanah ke mereka yang benar-benar mengelola dan menjaga lingkungan.
- Tolak Revisi UU Minerba, Lindungi Alam!
Kenapa sih negara ini lebih cinta tambang daripada rakyatnya sendiri? Revisi UU Minerba cuma bikin korporasi makin rakus dan kampus-kampus nggak berani kritis. Sumber daya alam harusnya buat kesejahteraan rakyat, bukan buat segelintir elit yang serakah.
- Hapuskan Multifungsi ABRI, Stop Militerisasi!
Kalau ada masalah sipil, solusinya ya demokrasi, bukan tank dan seragam loreng. Keterlibatan militer di sektor sipil cuma bikin represi makin gila-gilaan dan mengancam kebebasan kita.
- Sahkan RUU Masyarakat Adat, Akui Hak Mereka!
Masyarakat adat itu penjaga hutan terakhir. Kalau kita mau bumi tetap hijau, ya lindungi mereka! Tanah dan budaya mereka bukan buat dikomersialisasi, tapi buat diwariskan ke generasi mendatang.
- Cabut Inpres Nomor 1 Tahun 2025!
Kebijakan ini nggak pro rakyat, malah makin memperlebar ketimpangan. Pendidikan dan kesehatan harusnya dijamin negara, bukan dijadikan bisnis!
- Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Jangan Cuma Gimik Politik!
Kasih makan gratis itu bagus, tapi kalau cuma jadi alat politik, buat apa? Program ini harus dievaluasi supaya benar-benar sampai ke rakyat kecil dan mendukung petani lokal, bukan sekadar janji manis.
- Tunjangan Kinerja Dosen Itu Hak, Bukan Kebaikan Hati Pemerintah!
Dosen yang sejahtera = pendidikan yang berkualitas. Kalau akademisi terus-menerus dikebiri haknya, gimana mau melahirkan generasi yang kritis dan peduli lingkungan?
- Perppu Perampasan Aset? Harus Segera!
Jangan biarkan para koruptor dan perampas sumber daya negara bebas begitu saja. Kalau memang serius memberantas kejahatan ekonomi, segera keluarkan kebijakan yang tegas dan adil!
- Tolak Revisi UU TNI, Polri, dan Kejaksaan!
Jangan sampai aparat makin kebal hukum dan bisa berbuat sewenang-wenang. Kita butuh sistem yang mengontrol kekuasaan, bukan yang memperkuat impunitas!
- Rombak Kabinet, Stop Bagi-bagi Jabatan!
Jangan biarkan jabatan diisi orang yang nggak kompeten dan cuma bikin negara makin kacau. Kita butuh pemimpin yang berintegritas, paham lingkungan, dan nggak haus kekuasaan.
- Tolak Revisi Tatib DPR, Jangan Biarkan Oligarki Berkembang!
Revisi ini bisa bikin DPR makin semena-mena. Demokrasi itu keterwakilan rakyat, bukan alat buat memperkaya diri sendiri!
- Reformasi Kepolisian, Hentikan Represi!
Polisi seharusnya melindungi rakyat, bukan jadi alat represif penguasa. Budaya kekerasan harus dihentikan dan profesionalisme harus ditingkatkan.
Gerakan ini bukan cuma tentang hari ini, tapi juga tentang masa depan kita. Kalau kita biarkan ketidakadilan dan perusakan lingkungan terus terjadi, jangan harap generasi mendatang bisa hidup dengan tenang.
Saatnya kita melawan, saatnya kita bergerak. Kita butuh pemimpin yang nggak cuma cerdas otaknya, tapi juga punya hati. Yang sadar kalau bumi ini bukan cuma tempat cari untung, tapi tempat kita semua hidup.
Jangan diam. Jangan takut. Kita ada di sini, bersama.