Jejak Bersejarah Psikologi Indonesia, Kolaborasi Global HIMPSI dan APA

EXISTENSIL – Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menggelar seminar internasional, acara ini menjadi panggung bagi para ahli untuk merumuskan peran psikologi sebagai pilar penting dalam transformasi kebijakan dan kesejahteraan masyarakat.

Acara ini ditengarai sangat bersejarah, bagi Psikologi Indonesia, ini menandai pertama kalinya American Psychological Association (APA), asosiasi psikologi terbesar di dunia, mengadakan seminar di Indonesia. Dengan tema “The Future of Psychology: How Psychological Science and Practice Contribute in Building the Nation”, seminar ini menarik lebih dari 200 peserta, termasuk psikolog, mahasiswa, akademisi, dan praktisi dari berbagai sektor.

Ketua Umum Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Andik Matulessy, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, terutama dalam implementasi pengelolaan jurnal psikologi. Menurutnya, HIMPSI harus mengambil peran strategis dalam mendukung kebijakan nasional melalui kajian dan layanan berbasis psikologi.

“Kami berharap HIMPSI dapat dilibatkan dalam proses kajian dan penyediaan layanan psikologi, terutama di era kepemimpinan bapak Prabowo Subianto. Dengan kolaborasi yang baik, kami yakin HIMPSI dapat memberikan kontribusi signifikan untuk kebijakan publik yang lebih humanis dan berbasis ilmu pengetahuan,” ujar Andik di Jakarta, Rabu (22/01/2025)

Andik juga menyatakan, seminar ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat kolaborasi antara komunitas psikologi Indonesia dan internasional. “Acara ini sebagai platform berbagi wawasan dan strategi dalam mengatasi tantangan kesehatan mental di Indonesia,” kata dia.

Menurut Andik, HIMPSI memiliki posisi strategis dalam mendukung berbagai program di kementerian dan lembaga. Para anggota HIMPSI telah terlibat dalam berbagai inisiatif, mulai dari pengembangan sumber daya manusia hingga program kesehatan mental di tingkat nasional.

“Peran psikologi dalam kementerian dan lembaga sangatlah penting. Dengan kehadiran para psikolog yang profesional dan kompeten, kami berharap bisa memberikan kontribusi yang nyata bagi kebijakan-kebijakan strategis di Indonesia,” kata Andik Matulessy.

Andik juga menyebutkan bahwa HIMPSI berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi anggotanya melalui program pelatihan dan sertifikasi. Dengan langkah ini, HIMPSI berharap dapat memberikan layanan yang lebih berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

HIMPSI juga menggarisbawahi pentingnya standar profesi psikologi yang tinggi. Menurut Andik, setiap psikolog harus memiliki kredibilitas dan kompetensi yang memadai agar dapat memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

Dalam diskusi yang berlangsung selama seminar, HIMPSI menegaskan komitmennya untuk menjaga standar dan etika profesi psikologi di Indonesia. Meski tidak ada sistem yang sempurna, HIMPSI percaya bahwa upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan adalah hal yang esensial.

“Tidak ada sistem yang benar-benar sempurna, tetapi kami semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menyehatkan masyarakat. Profesionalisme dan kredibilitas adalah kunci utama dalam menjalankan profesi ini,” tegas Andik.

Andik menyebutkan, diskusi dalam seminar mencakup berbagai topik strategis, mulai dari masa depan pendidikan psikologi, integrasi layanan psikologi dalam perawatan primer, hingga kesejahteraan psikologis di tempat kerja. “Peserta aktif berpartisipasi dengan memberikan pandangan dan pertanyaan kepada para narasumber, menciptakan ruang penting untuk membangun koneksi antara komunitas psikologi Indonesia dan para ahli internasional,” kata Andik.

Melihat antusiasme dan dukungan yang diberikan oleh berbagai pihak, HIMPSI optimis dapat terus berkembang di masa depan. Dalam konteks global, HIMPSI berharap dapat menjalin lebih banyak kemitraan dengan organisasi internasional untuk meningkatkan kapasitas anggotanya.

“Kami ingin menjadikan HIMPSI sebagai salah satu asosiasi psikologi dunia. Dengan kerja sama yang baik, baik di tingkat nasional maupun internasional, kami yakin visi ini bisa terwujud,” Kata Andik.

Dengan langkah-langkah strategis yang telah disusun, HIMPSI berkomitmen untuk terus menjadi mitra terpercaya dalam pembangunan bangsa. Melalui ilmu dan praktik psikologi, HIMPSI berharap dapat menciptakan Indonesia yang lebih sehat secara mental, emosional, dan sosial.

Ia juga menambahkan bahwa HIMPSI sedang memperkuat sistem pengelolaan jurnal ilmiah untuk meningkatkan kualitas penelitian di bidang psikologi. Langkah ini, menurut Andik, merupakan upaya strategis untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Presiden APA Debora Midori Kawahara Nagata, dalam keterangan pers, ia menekankan pentingnya membangun kolaborasi global antar asosiasi psikologi. Debora melihat potensi besar yang dimiliki HIMPSI dalam memperkuat jaringan internasional.

“Saya percaya kita bisa saling berkolaborasi dan bekerja bersama. HIMPSI memiliki kapasitas untuk menjadi model inspiratif di tingkat global. Dengan saling belajar dan berbagi pengalaman, kita bisa menciptakan dampak yang lebih besar dalam dunia psikologi,” ujar Debra.

Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan asosiasi dunia yang mampu menghubungkan berbagai organisasi psikologi dari berbagai negara. Hal ini, menurutnya, akan membuka peluang lebih besar untuk berbagi praktik terbaik dan solusi inovatif dalam mengatasi isu kesehatan mental.

Jaringan Internasional HIMPSI

Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi, Satryo Soemantri Brodjonegoro, memberikan apresiasi terhadap pencapaian HIMPSI, terutama dalam membangun jaringan internasional. Menurutnya, HIMPSI telah berhasil menjadi tolok ukur bagi asosiasi profesi lainnya di Indonesia.

“Kami sangat bangga melihat HIMPSI memiliki jaringan internasional yang solid. Ini adalah model yang bisa diadopsi oleh asosiasi lain dalam meningkatkan profesionalisme dan kontribusi terhadap pembangunan bangsa,” jelas Satryo.

Satryo juga menekankan pentingnya asosiasi profesional dalam menjembatani kebutuhan antara dunia pendidikan dan praktik. HIMPSI, menurutnya, memiliki tanggung jawab besar untuk mencetak psikolog yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga mampu memahami kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Dalam keterangan Pers tertulisnya, HIMPSI juga menyebutkan partisipasi tokoh-tokoh penting dari APA menambah nilai signifikan pada seminar ini. Presiden terpilih APA, Debra Kawahara, membahas sistem pendidikan psikologi di Amerika Serikat, menjelaskan bahwa psikolog klinis di AS setara dengan jenjang pendidikan S3 (Ph.D. atau Psy.D.).

Informasi ini relevan dengan Undang-Undang Pendidikan dan Layanan Psikologi yang diterbitkan pemerintah Indonesia pada tahun 2023. CEO APA, Arthur C. Evans, menyoroti pentingnya literasi kesehatan mental untuk membangun kesejahteraan psikologis masyarakat. Sementara itu, Amanda Clinton, Direktur Senior APA untuk Urusan Internasional, memberikan wawasan tentang “Psychological Safety” dalam membangun kesejahteraan di tempat kerja.

Setelah acara di Jakarta, rangkaian seminar akan dilanjutkan di Surabaya pada 24 Januari 2025 dan Bali pada 26 Januari 2025. HIMPSI berharap seminar lanjutan ini akan melibatkan lebih banyak peserta dan memperluas dampak positif dari diskusi serta kerja sama yang telah dimulai.

Sebagai bagian dari kolaborasi, HIMPSI dan APA menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang bertujuan mendukung pengembangan pendidikan dan penelitian di bidang psikologi di Indonesia. MoU ini diharapkan menjadi pijakan awal untuk menciptakan program-program inovatif dan berdampak luas.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *