EXISTENSIL – Suasana penuh semangat persatuan mewarnai penyelenggaraan Musyawarah Nasional (MUNAS) III Perempuan Pemimpin Indonesia (PERPINA) pada 19 Juni 2026. Forum tertinggi organisasi itu menjadi momentum penting bagi para perempuan pemimpin dari berbagai daerah untuk menentukan arah kepemimpinan PERPINA lima tahun ke depan.
Melalui proses pemungutan suara yang berlangsung sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, tiga nama maju sebagai kandidat Ketua Umum, yakni Erma Zein, Satiarini, dan Endraswari Safitri.
Hasilnya menunjukkan dukungan penuh kepada Endraswari Safitri atau yang akrab disapa Veve Safitri. Seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) PERPINA yang memiliki hak suara memberikan dukungan kepadanya, sehingga Veve kembali dipercaya memimpin PERPINA untuk masa bakti 2026–2031, sekaligus menjadi periode keduanya sebagai Ketua Umum.
Perolehan suara 100 persen tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan seluruh pemilik suara terhadap kepemimpinan Veve Safitri dalam melanjutkan transformasi organisasi, memperkuat soliditas, serta memperluas kontribusi PERPINA bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
MUNAS III PERPINA dihadiri oleh Ketua Umum KOWANI, para pendiri organisasi, Dewan Pakar, Dewan Penasihat, jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), DPD, DPLN, pimpinan organisasi KOWANI yang dihadiri Ketua Umumnya, Nannie Hadi Tjahyanto, para ketua umum organisasi perempuan, mitra strategis, serta berbagai tamu undangan dari berbagai daerah yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.
Sesaat setelah penetapan hasil pemilihan, Veve Safitri menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya oleh seluruh keluarga besar PERPINA. “Kepercayaan ini bukanlah kemenangan pribadi, melainkan amanah seluruh keluarga besar PERPINA yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, profesionalisme, dan semangat melayani,” katanya, Jumat (19/06/2026).
Bagi Veve, selesainya proses demokrasi juga menjadi awal bagi seluruh anggota untuk kembali bersatu. Ia menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang bagi perbedaan pilihan setelah proses pemilihan berakhir. Seluruh anggota diharapkan bersama-sama membangun PERPINA menjadi organisasi perempuan yang semakin solid, berintegritas, profesional, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Pada periode kepemimpinan 2026–2031, PERPINA menetapkan sejumlah prioritas strategis. Penguatan kelembagaan organisasi menjadi salah satu fokus utama, disertai peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan, pemberdayaan ekonomi perempuan, pengembangan jejaring nasional maupun internasional, serta mendorong pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, organisasi perempuan, dan berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya.
Dalam pidatonya, Veve menekankan pentingnya menjadikan keberagaman sebagai modal untuk membangun organisasi yang lebih kuat. “Perbedaan adalah kekuatan, bukan alasan untuk terpecah. Dengan sinergi dan jejaring yang kuat, kita mampu menghadirkan program-program yang berdampak dan menjawab tantangan bangsa,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Steering Committee (SC), Organizing Committee (OC), seluruh panitia, peserta MUNAS, DPP, DPD, dan DPLN yang telah bekerja keras sehingga penyelenggaraan MUNAS III PERPINA dapat berlangsung dengan sukses, tertib, demokratis, dan penuh semangat kekeluargaan.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya MUNAS III PERPINA, termasuk para pembicara dalam sesi ekonomi berkelanjutan, yaitu Aviliani sebagai pengamat ekonomi serta Prof. Roy Sembel yang juga merupakan akademisi dan pengamat ekonomi. Veve juga menyampaikan apresiasi kepada para sponsor, yakni Fpone, Thomas Sugiarto, Donahue, dan Katahati Institute, atas kontribusi dan komitmennya dalam mendukung penguatan kepemimpinan perempuan di Indonesia.
Menutup pidatonya, Veve mengajak seluruh keluarga besar PERPINA untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam membesarkan organisasi melalui kolaborasi dan sinergi. “Bersatu dalam visi, bersinergi dalam aksi, dan mengabdi untuk Indonesia,” ucap dia.
PERPINA merupakan organisasi nasional yang menghimpun perempuan pemimpin dari berbagai profesi serta daerah di Indonesia maupun luar negeri. Organisasi ini berkomitmen memperkuat kepemimpinan perempuan melalui kolaborasi, inovasi, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan guna mewujudkan Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing global.